Aroma manis fermentasi buah menyeruak dari sebuah rumah produksi sederhana di tepi Danau Ranu Grati. Di dalamnya, ember-ember besar berisi potongan nanas, pisang, buah naga, dan pepaya tengah direndam dalam air dan tetes tebu. Inilah “dapur” Eco Enzym, produk ramah lingkungan yang kini menjadi tulang punggung upaya penyelamatan danau sekaligus sumber penghasilan tambahan warga. Di ruang produksi, Suriyanto Ketua Kelompok Eco Enzyn Ranu Grati memperlihatkan bagaimana cairan Eco Enzym dibuat dari Bahan-bahan yang sederhana: buah-buahan, air, dan tetes cairan pengganti gula. “Bahannya ada nanas, ada pisang, terus ada buah naga, terus ada papaya. Eco-Enzym ini bermanfaat sekali bagi petani dan Danau Ranu Grati, khususnya untuk air, mengurai air lebih bersih dan jernih,” ujarnya. Setelah semua teraduk, adonan fermentasi itu dibiarkan selama 3 bulan didalam tempat tertutup. sebelum siap digunakan baik untuk disiramkan ke Danau Ranu Grati maupun dijual sebagai produk ramah lingkungan. Suriyanto mengakui bahan baku dari warga sekitar terbatas, sehingga kelompoknya juga mengambil dari sisa sisa para pedagang. Tapi berapa pun jumlah bahan yang terkumpul, semuanya kembali untuk kebaikan lingkungan dan peningkatan ekonomi petani. Ia pun menitipkan harapan untuk para petani. “Kami berharap seluruh petani dapat meningkatkan kesadaran mereka untuk terus meningkatkan produktivitas berkait dengan Eco Enzyme. Karena manfaat Eco Enzyme ini sangat baik untuk menjaga ekosistem dan kelestarian Danau Ranu,” tegasnya.
Save Ranu Grati